Selasa, 11 September 2018

Pelayanan KUA

Kantor Urusan Agama Karangasem memiliki motto "JIKA BISA DIPERMUDAH KENAPA HARUS DIPERSULIT" dalam melayani masyarakat. Adapun layanan, tugas dan fungsi kami adalah sebagai berikut :

A. Fungsi Administrasi
     Dalam menjalankan fungsi administrasi KUA Kecamatan Karangasem senantiasa
     berusaha mengoptimalkan kualitas administrasi perkantoran dan berusaha untuk
     mencapai ketertiban dalam melaksanakan Administrasi Kepegawaian, Nikah
     dan Rujuk (NR), Keuangan, Perwakafan, Kegiatan Ibadah Sosial, Kemasjidan,
     Zakat serta administrasi tata persuratan.

     Penjabaran fungsi-fungsi administrasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Administrasi Kepegawaian
     • Menyusun file kepegawaian
     • Membuat DP3
     • Menyusun Jobs Description
     • Membuat daftar hadir
     • Merencanakan peningkatan kesejahteraan pegawai
2. Aministrasi Nikah dan Rujuk
     • Mencatat kehendak nikah dan rujuk calon pengantin
     • Menyusun jadwal pelaksanaan nikah dan rujuk
     • Menghadiri, mengawasi dan mencatat peristiwa nikah dan rujuk
     • Membuat dan memberikan Kutipan Akta Nikah segera
     • Mempermudah permohonan Duplikat Akta Nikah
3. Administrasi Keuangan
     • Menerima dan membukukan biaya pencatatan nikah dan rujuk
     • Menerima / membukukan serta mendayagunakan uang DIPA (BOP dan NR)
     • Mengatur dan membukukan pendapatan dan belanja kantor
4. Administrasi Perwakafan
     • Mendata jumlah lokasi dan luas tanah wakaf dalam bentuk pendataan AIW dan
        sertifikasi
     • Membuat permohonan Akta Ikrar Wakaf dan pengesahan Nadzir
     • Mengarsipkan AIW dan photo copy sertifikat wakaf
5. Administrasi Kegiatan Ibadah Sosial
     • Mendata tempat ibadah dan kegiatannya
     • Mendata lembaga/pranata sosial keagamaan (Ormas, Remaja Masjid, TPA/TPQ,
        LPTQ, dll)
     • Melakukan koordinasi lintas tokoh agama untuk meningkatkan kerukunan umat
        beragama
6. Administrasi Kemasjidan
     • Mendata perkembangan jumlah musholla, meunasah dan masjid
     • Melaksanakan pelatihan manajemen/operasional dan kegiatan masjid
     • Membuat rekomendasi permohonan bantuan pembangunan / renovasi masjid dan
        musholla
7. Administrasi Zakat
     • Menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Zakat/Infaq
     • Pembinaan Amil Zakat/UPZ
     • Mengkoordinir dan melaporkan hasil penerimaan dan penyaluran ZIS
8. Administrasi Surat Menyurat
     • Mencatat dan mengagendakan surat keluar dan masuk
     • Menyusun kearsipan yang baik (filing dan klasifikasi)

B. Fungsi Pelayanan
     Fungsi Pelayanan dilaksanakan demi mencapai harapan dan kepuasan
     masyarakat terhadap pelayanan KUA Kecamatan Karangasem. Bentuk pelayanan
     tersebut antara lain :
       • Menghadiri, mengawasi dan mencatat peristiwa nikah dan rujuk sesuai dengan
         pemberitahuan kehendak nikah dan rujuk yang disampaikan oleh calon pengantin
       • Membuat surat keterangan, surat pengantar, legalisasi Kutipan Akta Nikah, surat
          rekomendasi, dan surat lainnya sesuai dengan permintaan masyarakat dan
          kompetensi KUA Kecamatan
       • Melayani konsultasi/konseling krisis rumah tangga, kursus catin, dan sosialisasi/
          penyuluhan serta fatwa hukum dan lainnya
       • Menyaksikan pengucapan Ikrar Wakaf dan menerbitkan Akta Ikrar Wakaf (AIW).
       • Mengesahkan susunan pengurus Nadzir Wakaf yang telah disepakati oleh atau
          melalui musyawarah di tingkat Desa/Lingkungan
       • Membantu proses sertifikasi tanah wakaf di BPN Kab. Karangasem

C. Fungsi Pembinaan
     Pembinaan berorientasi internal dan eksternal merupakan model pembinaan yang
     selalu dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Karangasem, antara lain berupa :
       • Pembinaan dan mengikutsertakan Penyuluh dan Imam Kampung/Lingkungan/Masjid dalam
          penataran dan pelatihan yang dilaksanakan instansi terkait / lembaga lainnya.
       • Mengikutsertakan pegawai dalam kegiatan penataran dan seminar yang
          dilaksanakan oleh instansi terkait ataupun lembaga lain.
       • Memacu semangat peningkatan kualitas pegawai dengan melanjutkan studi/
          penataran/pelatihan
       • Mengadakan rapat dalam rangka evaluasi rutin dan menampung saran dan
          masukan demi  peningkatan pelaksanaan tugas
       • Meningkatkan disiplin waktu dan arahan pekerjaan dengan jelas
       • Mengadakan silaturahmi dengan para ulama baik dilaksanakan di kantor KUA
          maupun di  tempat lain yang ditentukan
       • Aktif dalam mengisi khutbah nikah dan atau ceramah keagamaan

D. Fungsi Penerangan dan Penyuluhan
     Bekerjasama secara lintas sektoral guna mendapatkan sinergi dalam gerak dan
     hasil yang optimal, KUA Kecamatan Karangasem selalu melakukan kerjasama
     dengan BKKBN/PLKB Kecamatan, Puskesmas, BP4, POLRI dan badan lainnya
     dalam menjalankan fungsi penerangan dan penyuluhan. Adapun bentuk kegiatan
     koordinatif tersebut adalah :
       • Kursus calon pengantin dan pelayanan konsultasi pra nikah
       • Penyuluhan gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA)
       • Penyuluhan Gerakan Keluarga Sakinah
       • Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkotika

       • Penyuluhan tentang keragaman beragama

Arti Logo/Lambang Kementerian Agama



    Arti dan Makna Lambang Ikhlas Beramal :
 
    1.    Bintang bersudut lima yang melambangkan sila
    Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila,
    bermakna bahwa karyawan Departemen Agama
    selalu menaati dan menjunjung tinggi norma-
    norma agama dalam melaksanakan tugas
    Pemerintahan dalam Negara Republik Indonesia 
    yang berdasarkan Pancasila.     
2.    17 kuntum bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi bermakna Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Departemen Agama untuk membela Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 17 Agustus 1945.
3.   Butiran Padi dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan bermakna bahwa Karyawan Departemen mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan merata.
4.      Kitab Suci bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spirituil dengan ridha Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Alas Kitab Suci bermakna bahwa pedoman hidup dan kehidupan harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya sesuai dengan potensi dinamis dari Kitab Suci.
6.      Kalimat “Ikhlas Beramal” bermakna bahwa Karyawan Departemen Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan niat beribadah dengan tulus dan ikhlas.
7.      Perisai yang berbentuk segi lima sama sisi dimaksudkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama RI yang berdasarkan Pancasila dilindungi sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945
8.   Kelengkapan makna lambang Departemen Agama melukiskan motto : Dengan Iman yang teguh dan hati yang suci serta menghayati dan mengamalkan Pancasila yang merupakan tuntutan dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karyawan Departemen Agama bertekad bahwa mengabdi kepada Negara adalah ibadah.

VISI KEMENTERIAN AGAMA RI 

"Terwujudnya masyarakat Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera Lahir Batin"



MISI KEMENTERIAN AGAMA RI

  1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
  2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
  3. Meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
  4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
  5. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010)

Minggu, 24 Desember 2017

Bimbingan Perkawinan, Jalan menuju Keluarga Sakinah

Bimbingan Perkawinan, yang sering juga disebut Bimwin atau Suscatin ini sangat penting bagi calon pengantin mengingat banyaknya bekal yang harus dipersiapkan oleh para calon pengantin (catin) mulai dari bekal psikologis, bekal ilmu suami/istri, bekal menjadi ayah/ibu, bekal kesehatan, dan juga bekal materi dan perencanaan. Dus lagi pada kenyataannya banyak catin (pasangan muda) yang belum memiliki gambaran tentang kehidupan berumah tangga, mereka hanya tergambar 'yang enak-enaknya' saja, maka kesiapan mental sangatlah perlu dipupuk agar siap menghadapi kondisi-kondisi serta tantangan-tantangan hidup di kemudian hari.
Bimwin ini merupakan pengembangan dari Kursus Calon Pengantin (Suscatin) dengan perbaikan pada kurikulum dan metode pengajaran. Diharapkan dengan metode paedagogik maka materi-materi bimwin bisa lebih mudah teringat dalam memori catin sehingga akan bermanfaat nantinya.

Untuk lebih memaksimalkan manfaat bimwin ini, panitia berupaya menghadirkan narasumber yang berkompeten, dari unsur BKKBN, Unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Unsur Dinas Kesehatan, Unsur Psikolog, dan lain-lain untuk menunjang dan menguatkan materi-materi yang disampaikan oleh para Kepala KUA/Penghulu.

Selanjutnya, panitia hanya bisa mengucap syukur alhamdulillah atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, partisipasi dan peran aktif banyak pihak juga tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 07 Februari 2015

Sekilas Karangasem


Karangasem merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Bali, yang sekaligus nama tersebut dipakai sebagai nama kecamatan dan kelurahan di pusat kotanya. Sedangkan Kecamatan Karangasem adalah 1 (satu) dari 8 (delapan) Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem, Kabupaten ujung timur Provinsi Bali / Pulau Bali, berada pada : 8 00 00 – 8 41 37,8 lintang selatan dan 115 35 9,8 – 115 54 89 bujur timur. Luas wilayahnya 94,23 km atau setara dengan 9.423 hektar atau setara dengan 11,22% dari seluruh luas Kabupaten Karangasem yang berjumlah 839,54 km atau setara dengan 83.954 hektar.

Wilayah Kecamatan Karangasem terbentang luas dengan dua sisi perbatasannya yakni berbatasan dengan 2 lautan, lautan semudera India / samudera Indonesia di sisi selatan dan selat lombok di sisi timur. Bagian utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Abang dan bagian barat berbatasan dengan wilayah Kecamatan Manggis dan Bebandem.

Kecamatan Karangasem mewilayahi 11 Kelurahan / Kedesaan (3 Kelurahan + 8 Desa), dengan 23 desa adat, 144 Banjar adat, 70 Banjar Dinas dan 52 Lingkungan. Penduduk Kecamatan Karangasem 81.763 jiwa dengan perbandingan 39.115 jiwa laki-laki, 42.648 jiwa perempuan, dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 787 jiwa / km persegi, dari total kepadatan penduduk Kabupaten yang hanya 482 jiwa / km persegi.

Tingkat laju pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Karangasem pada 10 tahun terakhir yakni antara 1990 – 2000 sebesar 0,19% dengan asumsi jumlah penduduk tahun 1990 sebanyak 70.075 jiwa dan pada tahun 2000 (10 tahun kemudian) jumlah penduduk menjadi 71.387 jiwa dan pada tahun 2012 jumlah penduduk 81.763 jiwa.

Sabtu, 02 Juli 2011

Menag; KUA "garda" terdepan Kementerian Agama

Kendal (Pinmas)--Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan garda terdepan Kementerian Agama (Kemenag). Tugasnya cukup berat, menyelenggarakan fungsi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, seperti mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, baitul mal dan ibadah sosial, serta menangani masalah kependudukan dan keluarga sakinah.
"Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, aparat KUA harus menguasai persoalan agama dari sumber yang selama ini digunakan masyarakat sebagai rujukan utama, referensi dalam bertindak dan berkarya," kata Menag ketika membuka Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) bagi kepala KUA tingkat Nasional dan Safari Urais di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/6) malam. Pembukaan yang dilaksanakan "larut malam" dihadiri sekira 12.000 orang di Pondok Pesantren Fadhlu Al Fadhilah Kaliwungu, Kendal itu didahului "istigotsah" yang dipimpin langsung oleh KH Dimyati Rois.
Menag dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof Dr Abdul Jamil, MA memaparkan, persoalan keagamaan berkembang terus sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan hidup. Semua itu membutuhkan perhatian dan pemecahan dari pemerintah. "KUA yang memiliki posisi paling dekat dengan masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjawab isu-isu keagamaan terkini, seperti isu terorisme, menjamurnya aliran sesat, serta maraknya gerkan liberalisasipemahaman keagamaan," ucapnya.
Menag mengharapkan pada suatu saat nanti, KUA dapat menjadi pelopor kembalinya masa keemasan dulu, dimana pemerintahannya terdiri dari orang-orang yang memahami agama secara benar dan arif. "Pemahaman yang benar serta sikap yang arif diharapkan menjadi cermin sekaligus teladan bagi masyarakat. Di samping itu, diharapkan Kepala KUA menjadi tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pembinaan fatwa dan pemahaman umat."
Berkaitan dengan pelayanan nikah dan rujuk di KUA, Menag menilai bahwa pemerintah telah menetapkan biaya yang sangat ringan bila dibandingkan dengan pesta perkawinan itu sendiri. untuk mennunjang pelayanan KUA, Pemerintah baru mampu membiayai operasional KUA sebesar Rp 2 juta per bulan. "Saya menyadari, jumlah ini perlu ditingkatkan lagi secara bertahap, agar tugas-tugas KUA di lapangan dapat berjalan sesuai harapan. Besaran biaya tersebut saat ini tengah dikaji secara seksama bersama instansi terkait lainnya. Hasil pengkajian tersebut nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan," kata Menag.